Pembajakan Ayat-ayat Al-Qur’an oleh Pendeta Nurdin


Membongkar Dusta Pendeta Rudy Muhamad Nurdin

 

Dusta Sang Pendeta

 

2. Pembajakan Ayat-ayat Al-Qur’an oleh Pendeta Nurdin

 

Dalam Tulisan ini, Kami akan membeberkan Pembajakan Ayat-Ayat Al-Qur’an yang dengan Sengaja diselewengkan oleh Pendeta Nurdin tentunya untuk tujuan penginjilan dalam buku-buku “Penginjilan” yang ia tulis dengan berkedok Islam.

 

 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur‘an: “Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya” (Qs. An-Nisa 172).

Ayat mulia tentang tauhid dan penolakan terhadap doktrin Kristen ketuhanan Nabi Isa ini, dibajak oleh Pendeta Nurdin, sehingga maknanya berubah total menjadi perintah untuk menyembah Nabi Isa (Yesus Kristus):

 
Pendeta Nurdin menulis:
“Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat kepada Allah. Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya (Almasih) dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya” (Ayat-ayat Penting di dalam Al-Quran, hlm. 53).

 

Sangat jelas diatas bahwa kata ganti “Allah” dibajak oleh pendeta Nurdin demi kepentingannya dan golongannya supaya sesuai dengan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus, Pendeta Nurdin benar-benar membuktikan bahwa dirinya licik seperti ular tetapi kelihatan tulus seperti merpati seperti apa yang dilakukannya dengan menulis buku-buku “Penginjilan” berkedok Islam.

 

 

Tidak puas untuk membajak satu ayat Al-Qur’an saja, Pendeta Nurdin juga membajak beberapa Ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam bukunya

 

Berikut kami paparkan Dusta dari sang Pendeta yang dengan sengaja membajak Ayat Suci Alqur’an demi kepentingannya dan golongannya.

 

Ayat tentang kesempurnaan Al-Qur‘an dan keesaan Allah SWT:

 

“(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran” (Qs. Ibrahim 52).

Ayat yang agung ini dibajak oleh Pendeta Nurdin dengan menambahkan kata Taurat dan Injil, supaya terkesan bahwa Alkitab (Bibel) milik umat Kristiani adalah kitab suci yang sempurna:

“Alquran ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi PERINGATAN dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya DIA (Taurat dan Injil Isa Allahi Salam) adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang BERAKAL mengambil pelajaran” (Ayat-ayat Penting di dalam Al-Quran, hlm. 60, kutipan apa adanya dari buku Pendeta Nurdin)

 

Di dalam buku “Karangannya”  yang lain, Pendeta Nurdin kembali membajak Ayat Al-Qur’an untuk praktik penginjilan berkedok islam yang dilakukannya dalam buku-buku karangannya.

 

Allah berfirman dalam Al-Qur‘an: “Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?” (Qs. Al-Ma‘idah 84).

 

Ayat ini dibajak oleh Pendeta Nurdin dengan mengganti lafaz “Allah” menjadi “Allah Ruh Ulkudus”:

“Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah Ruh Ulkudus dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?” (Isa Alaihi Salam dalam Alquraan yang Benar, hlm. 19).

 

Dengan jelas pendeta nurdin membajak lafadz “Allah” menjadi “Allah Ruh Kudus” untuk mendukung doktrin Trinitas Kristiani.

Pembajakan ini jelas bermaksud mempelesetkan Al-Qur‘an untuk mendukung doktrin Kristen tentang Trinitas, bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum, yaitu tuhan Bapak, tuhan Anak dan tuhan Roh Kudus.

 
Pembajakan serupa dilakukan Pendeta Nurdin terhadap ayat:

 

“Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya)” (Qs. Al-Ma`idah 85).

Setelah dibajak, ayat ini berubah menjadi:

“Maka Allah Ruh Ulkudus memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan (ucapan sesuai dengan iman), (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai (berkah) di dalamnya, sedang mereka KEKAL di dalamnya. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan yang ikhlas keimanannya” (Isa Alaihi Salam dalam Alquraan yang Benar, hlm. 19).

 

Lagi-lagi di dalam bukunya, Pendeta Nurdin melakukan pembajakan serupa, dengan Tujuan Penginjilan berkedok Islam.

 

 

Allah SWT berfirman tentang Al-Qur‘an sebagai kitab suci kebenaran:

 

“Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya” (Qs. Az-Zumar 1-2).

 

Ayat ini dibajak Pendeta Nurdin menjadi: “Kitab (Alkitab) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya KAMI menurunkan kepadamu Kitab (Alkitab) dengan membawa KEBENARAN. Maka sembahlah ALLAH dengan memurnikan ketaatan kepadaNya” (Kebenaran Yang Benar, hlm. 92).

 

Dengan jelas Pendeta Nurdin membajak kata “Al-Qur’an menjadi “Alkitab” supaya kaum Muslimin beriman kepada Bibel (Alkitab) kitab “suci” Kristen.

 

 

Ayat serupa yang menjadi korban pembajakan Pendeta Nurdin adalah:
“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka” (Qs. Az-Zumar 41).

Ayat ini dibajak Pendeta Nurdin menjadi:

 

“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Alkitab untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk maka petunjuk itu untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat (tidak membaca Alkitab) maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat kerugian dirinya sendiri” (Kebenaran Yang Benar, hlm. 93).

 

Pembajakan ini adalah kesengajaan dari Pendeta Nurdin untuk menggiring kaum muslimin agar beralih kepada Alkitab (Bibel).

 

Anda jangan heran, mengapa banyak para misonaris atau Pendeta yang dengan sengaja melakukan praktik Kristenisasi berkedok Islam, karena mereka benar-benar melaksanakan perintah Paulus seperti apa yang tertuang dalam kitab “karangan“ Paulus Tarsus berikut ini:

 

“Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.”

(1 Kor 9:20)

 

 

Itulah sebagian contoh pembajakan ayat yang dilakukan oleh Pendeta Nurdin untuk melegitimasi doktrin Kristiani.

 

Sumber: Majalah Tabligh Vol. 04/No. 01/Rabi’ul Awal 1427 H/April 2006 M

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: