Pembajakan Hadith oleh Pendeta Rudi Nurdin


Membongkar Dusta Pendeta Rudy Muhamad Nurdin

 

Dusta Sang Pendeta

 

1. Pembajakan Hadith oleh Pendeta Rudi Nurdin

 

Berikut ini akan kami paparkan Dusta-Dusta dan kelicikan Pendeta Rudy Nurdin dalam buku-buku Penginjilan berkedok Islam yang ditulisnya.

Dalam Sebuah Hadith, Rasulullah bersabda:

“Kutinggalkan untuk kamu dua perkara, taklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya” (HR.Malik)

 

Makna “Kitabullah” dalam hadith diatas adalah Al-Qur’an, sedangkan maksud “Sunnah Rasul-Nya” adalah Sunnah Nabi Muhammad, yaitu Hadith Nabi.

 

Namun dalam bukunya, Pendeta Nurdin membajak Hadith ini menjadi:

 

“Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka) tidaklah kamu akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Alkitab dan Sunnah RasulNya (Kisah Para Rasul Alkitab)

(Ayat-ayat Penting di dalam al-Qur’an, hlm.3)

 

Sangat ironis melihat ada seorang pendeta yang dengan sengaja memelintir hadith Nabi Shalallahu’alaihi wassalam untuk kepentingan dan keuntungan suatu golongan.

 

Pembajakan hadith ini sendiri karena Pendeta Nurdin buta terhadap Kitab “Suci” nya sendiri, karena kitab “Kisah Para Rasul” dalam Alkitab dalam bahasa Arab disebut “A’malurrusul” bukan “Sunnah Rasulullah
Hadith Lain yang dengan sengaja dibajak oleh Pendeta Nurdin adalah Sabda Nabi saw.

 

“Sesungguhnya seseorang yang berpagi-pagi pergi mempelajari ayat-ayat dalam Kitabullah lebih baik yang seperti itu daripada mengerjakan mengerjakan sembahyang sunat seratus rakaat”

(Hadits, Muqaddimah Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, hlm.108)

 

Pendeta Nurdin membajaknya menjadi : “Sesungguhnya seseorang yang berpagi-pagi pergi mempelajari ayat-ayat dalam Alkitab lebih baik yang seperti itu daripada mengerjakan mengerjakan sembahyang sunat seratus rekaat” (Ayat-ayat Penting di dalam Al-Quran, hlm. 8).

 

Anda jangan heran, mengapa Pendeta Nurdin kerap menulis buku-buku Penginjilan berkedok Islam karena Pendeta Nurdin sendiri mengakui bahwa ia semata-mata hanya menjalankan perintah dalam alkitab “karangan” Paulus:

 

“Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi.”

(1 Kor 9:20)

 

(Seperti yang saya kutip dari wawancara Pendeta Nurdin dengan Hatorangan yang dimuat di tabloid Kristen Jemaat Indonesia edisi nomor 112.)

 

Sumber: Majalah Tabligh Vol. 04/No. 01/Rabi’ul Awal 1427 H/April 2006 M

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: