Tuduhan Arthur Jeffery Tentang Surat Al-Fatihah dalam Mushaf Ibn Mas’ud


 

Salah seorang dari kaum orientalis Arthur Jeffery (m. 1959) berpendapat bahwa surat Al-Fatihah tidak termasuk kedalam Alqur’an, menurutnya Al-Fatihah adalah do`a yang diletakkan di depan dan dibaca sebelum membaca Al-Qur’an.

Jeffery mengatakan: “Tentu saja terdapat kemung­kinan al-Fatihah sebagai sebuah doa dikonstruksi oleh Nabi sendiri, tetapi penggunaannya dan posisinya di dalam AI­-Qur’an kita saat ini dikarenakan para penyusunnya, yang menempatkannya, mungkin di halaman awal Mushaf Stan­dar. ” (It is possible, of course, that as a prayer it was con­structed by the Prophet himself, but its use and its position in our present Qur’an are due to the compilers, who place it there, perhaps on the fly-Ieaf of the standart Codex).

(Lihat Arthur Jeffery, “A Variant Text of the Fatiha,” MW 29 (1939), 158.)

 

Untuk menguatkan argumentasinya, Jeffery berpendapat bukan hanya dari kalangan para sarjana Barat saja yang menyatakan al-Fatihah bukan bagian dari Al-Qur’an. Dari kalangan Muslim  juga ada yang berpendapat demikian, se­perti Abu Bakr al-Asamm (m. 313), sebagaimana yang di­sebutkan oleh Fakhr al-Din al-Razi.

 

Jeffry mengutip pendapat yang sangat marginal untuk menjustifikasi pendapatnya, padahal al-Razi sendiri mengakui bahwa al-Fatihah adalah bagian dari Alqur’an. Nama lain dari al-Fatihah sebut al-Razi adalah al-Asas karena salah satu alasannya, ia merupakan surat pertama dari Alqur’an (annaha awwal surah min Al-Qur’an).

(Fakhr al-Din al-Razi, al-Tafsiral-Kabir, II jilid (Beirut: Dar Ihya al-Turath al-‘Arabiyy, cetakan ketiga 1999), 1:158.)

 

Bahkan al-Razi sendiri pun menolak pendapat yang mengatakan abwa Abdullah ibn Mas’ud mengingkari surat al-Fatihah sebagai bagian dari Alqur’an.

 

Selain itu, Jeffry juga mengutip pendapat dari kelompok syi’ah, sebagaimana yang disebutkan dalam Tadhkirat al A’immah, karya Muhammad Baqir Majlisi. Jeffery melan­jutkan pendapatnya tentang varian bacaan al-Fatihah dengan mengutip berbagai Qurra’

(Athur Jeffery, “A Variant Text of the Fatiha,” MW 29 (1939), 159-62.)

 

Pendapat Jeffry ini sangat lemah, karena al-Fatihah adalah surah di dalam Al-Qur’an yang paling sering dibaca dan dibagian yang integral dari setiap rakaah. Di dalam shalat yang dapat didengar (Subuh, Maghrib, Isya), al-Fatihah dibaca 6 Kali dalam satu hari dan 8 kali pada hari Jum’at.

Oleh sebab itu, al-Baqillani menyimpulkan Ibn Mas’ud tidak pernah menyangkal bahwa al-Fatihah dan juga surah al-mu`aw-widhatayn adalah bagian dari Al-Qur’an atau orang lain salah dengan mengatasnamakan pendapat Abdullah ibn Mas’ud.

(Muhammad Mustafa al-A’zami, The History of the Qur’anic Text, 199-00.)

 

 

Sumber: Metodologi Bibel dalam Studi Al-Qur’an karya : Adnin Armas M.A.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: